Rabu, 25 Maret 2020

tugas 4


 Mitos Tanjakan Panganten yang Melegenda dari Garut

Tanjakan Penganten di Garut

 Ada sebuah tanjakan yang sering menelan korban akibat kecelakaan di Garut, Jawa Barat. Warga memberi nama Tanjakan Panganten.Tanjakan Panganten  itu terletak di Jalan Raya Pakenjeng-Pamulihan, Kampung Cisandaan, Desa Halimun, Kecamatan Pamulihan, Garut.
Disebut tanjakan karena jalan ini terletak di sebuah tebing. Tanjakan ini memiliki medan yang menanjak dengan tingkat kemiringan sekitar 45 derajat.

Tanjakan Penganten adalah sebuah ruas jalan yang berada di atas tebing dengan tingkat kemiringan mencapai 45 derajat. Karena di anggap angker, sebagian orang meyakini setiap calon penganten yang melewati tanjakan ini harus turun dari mobil, lalu berjalan kaki untuk melewati Tanjakan Penganten tersebut. Jalan menanjak dengan panjang sekitar 700 meter tersebut menyimpan cerita mistis.

 Warga setempat, menjelaskan di tempat tersebut sering terjadi kecelakaan yang menyebabkan pengantin menjadi korban."Memang betul warga di sini mengenal tempat ini Tanjakan Panganten. Disebut demikian karena sering terjadi kecelakaan. Korbannya pengantin. terlebih, suasana di sekitar Tanjakan Penganten juga sangat sepi. Trek menanjak dan menurun dengan kontur jalan yang cukup berbahaya

 ini mengharuskan para pengendara untuk ekstra waspada. Memasuki malam hari, suasana gelap karena minimnya penerangan membuat jalur ini menjadi lebih rawan.
jalur Garut Selatan dari arah Pangalengan Bandung menuju Rancabuaya memang dikenal sebagai salah satu jalur paling ekstrim di Jawa Barat. Selain suasana yang sangat sepi, jalur ini juga berada di kawaan pegunungan yang cukup curam.

bagi para pengendara yang baru melintas di kawasan ini ,kehati-hatian dan kewaspadaan mutlak diperlukan. Di ruas jalan yang mendominasi tanjakan, turun dan tikungan curam ini juga selalu berkabut saat memasuki malam hari. Pada saat tertentu, kabut juga sering turun di sore hari. pada tahun 2013 lalu, ada rombongan pengantin yang mengalami kecelakaan di wilayah tersebut.

 Akibatnya sepasang pengantin mengalami luka berat. Menurut mitos yang berkembang di lingkungan warga setempat, untuk menghindari kecelakaan, pasangan pengantin yang akan melewati jalan ini harus turun terlebih dahulu dari kendaraan dan melewati Tanjakan Panganten dengan berjalan kaki. Pengantin naik kendaraan lagi kalau udah beres lewat tanjakan.

 Ini kecelakaan yang melibatkan pengantin bukan sekali dua kali. Dari dulu juga sudah sering. lokasi Tanjakan Panganten ini memang sangat curam. Terdapat jurang di samping kanan dan tebing setinggi ratusan meter di sebelah kiri jalan. Selain itu, di tempat ini juga sering turun kabut terutama saat musim penghujan. Jika diakses pada malam hari sangat berbahaya karena penerangan jalan di jalur ini masih minim.


Selain itu, di tempat ini juga sering turun kabut terutama saat musim penghujan. Jika diakses pada malam hari sangat berbahaya karena penerangan jalan di jalur ini masih minim.Sementara itu Polres Garut  Bangun menjelaskan jalur tersebut memiliki kontur yang cukup berbahaya. "Konturnya cukup membahayakan. Apalagi kalau yang melintas belum pernah lewat daerah sana,Polres Garut mengimbau kepada warga yang hendak melewati rute itu untuk berhati-hati. "Kami imbau agar tetap berhati-hati dan selalu menggunakan gigi rendah, Perhatikan juga kecepatan kendaraannya''.















2 komentar: